AL QUR’AN: KEMUKJIZATAN ILMIAH AL QURAN

Dalam melihat aspek kemukjizatan Al Quran terdapat perbedaan, menurut Ahmad Fuad Pasha menyatakan bahwa kemukjizatan ilmiah Al Quran terlihat ketika Al Quran terlebih dahulu memberitahukan kepada kita tentang fakta berbagai fenomena alam sebelum fakta dan fenomena itu ditemukan oleh ahli empiris.

PENAFSIRAN TENTANG AL QURAN

Banyak aspek kemukjizatan Al Quran dapat digali, setidaknya ada tiga aspek dapat kita kemukakan yaitu aspek bahasa, ilmiah, dan aspek tasyri’ .

Penafsiran ilmiah mengungkap makna – makna baru terhadap ayat Al Quran yang sesuai dengan kebenaran ilmiah, sedangkan Manna’al Qathhan menyatakan bahwa aspek kemukjizatan ailmiah Al Quran sebenarnya bukan terletak pada cakupannya akan teori – teori ilmiah yang selalu baru dan berubah serta merupakan hasil usaha manusia dalam penelitian dan pengamatannya.

Kemukjizatan itu terletak pada dorongannya untuk berpikir dan menggunakan akal, Al Quran tidak mengibiri aktivitas dan kreativitas akal dalam memikirkan alam semesta dan Al Quran tidak menghalanginya dari penambahan ilmu pengetahuan .yang dapat dicapainya.

Dalam surat Az Zalzalah : 1-4 dijelaskan yang artinya” Apabila bumi di goncangkan dengan manusia bertanya : ‘ mengapa bumi jadi begini ?’ pada hari ini kami menceritakan beritanya “  lempeng – lempeng litosfer bergerak dan saling berinteraksi satu dengan yang lain.

Lempengan yang saling bertemu pada kondisi tertentu menimbulkan gempa bumi, sebagai contoh, Indonesia merupakan tempat pertemuan tiga lempeng : Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia, beban berat yang dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi merupakan suatu proses geologi yang berjalan bertahun tahun.

Berita geologi ini dapat direkam secara alami maupun menggunakan peralatan geofisika ataupun geodesi yang disebut dengan dengan global position system,

Penafsiran ilmiah Al Quran tidak dilarang sepanjang mufassir tetap menjaga kaidah penafsiran yang Mu’tamad ‘alaih, A l Quran sama sekali tidak menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan.

Malah justru mendorong lebih maju, karena Al Quran tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang sudah mapan.

Suatu hal yang sangan disayangkan, setelah Islam mencapai kejayaan dalam ilmu pengetahuan sekitar abad delapan sampai abad dua belas, menjelang abad ke – 18 dunia Islam telah merosot ke tingkat ketuarentaan yang terendah .

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *