AQIDAH : 5 HAL YANG MENJADI MUSUH BESAR UMAT ISLAM

Kalau kita menjadi orang yang sukses serta kaya, pasti banyak yang akan iri pada kita, apalagi kita pandai, tampan pasti banyak orang yang iri serta pingin menghilangkan kenikmatan itu. Bagaimana dengan kita Umat Islam yang yang dipuji puji oleh Allah sebagai golongan umat yang terbaik, umat yang berada dalam jalan kebenaran yang hak, umat yang di janjikan kemenangan dan kenikmatan yang besar di surga.

Musuh Besar Umat Islam

  1. Hawa Nafsu

Hawa nafsu menduduki peringkat pertama sebagai musuh yang terberat bagi umat Islam terberat bagi umat Islam, dengan pertimbangan bahwa : hawa nafsu ini posisinya menyatu dengan diri setiap orang. Ia tidak boleh di bunuh, hanya boleh ditundukan dan diarahkan. Sifatnya cenderung mengajak kepada keburukan, tidak akan berhenti memaksa seseorang sehingga keinginannya di penuhi.

Walaupun hawa nafsu ini sangat ganas, selalu menuntut agar keinginannya terpenuhi, tetapi masih mempunyai fungsi yang benar apabila orang Islam berhasil menundukkan dan mengarahkannya ke jalan yang diridhai Allah SWT.

  1. Iblis dan Syaitan

Syetan ini menyerang dari segala penjuru arah, godaannya sangat halus, menyesuaikan tingkatan orang yang digodanya. Dapat memasuki diri seseorang, berjalan mengikuti aliran darah, mempunyai kedudukan di hati dan selalu berthowaf  serta bersekutu dengan hawa nafsu. Syaitan tidak memberi peluang gerak kepada manusia, kecuali ia selalu menyertai dan menipunya.

Diantara ciri-ciri godaan dan tipuannya adalah:

  1. Meniupkan kemalasan, rasa berat untuk bangun melakukan kewajiban dan perasaan itu akan sangat terasa ketika panggilan untuk menunaikan kewajiban dan kebaikan telah tiba. Betapa kantuknya ketika adzan dikumandangkan .
  2. Jika kita berhasil menepis tipuan Syaitan yang pertama dan kita sekarang kita sedang beribadah serta melakukan suatu kebaikan, maka berhati hatilah karena Syaitan tidak akan berhenti melancarkan tipu dayanya.
  3. Jika kita lolos dari tipuan yang kedua, maka Syaitan akan menyibukkan hati kita, melambungkan angan-angan kita, sehingga kita lupa, tidak khusu’ serta tidak tenang dalam beribadah, padahal keikhlasan dan kesucian hati itu sangat berpengaruh pada di terimanaya amal ibadahnya.
  4. Syaitan tidak menyerah apabila tipuannya yang ke tiga ini tidak meempan, sekarang syaitan akan berpura-pura baik, mengajak agar terus berbuat baik, mendorong kita untuk selalu menambah ibadah, siang maupun malam sehingga melampaui batas. Akhirnya kita sendiri kepayahan, badan kita lelah dan muncullah rasa puas karena telah banyak melakukan ibadah serta kebaikan, sehingga keesokan harinya kita tidak melaukannya dan hialng keinginnya untuk beribadah.

Dalam sebuah hadits disebutkan “ janganlah mengurangi dan janganlah pula berlebihan dalam urusan ibadah spritual. Dan ketahuilah, bahwa amal seseorang tidak akan menjamin dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga. Karena amal yang paling dicintai Allah SWT adalah amal yang dilakukan dengan cara istiqomah, sekalian hanya sedikit ‘ ( HR. Imam Muslim dari Aisyah )

  1. Orang-Orang Munafik

Golongan yang ini merupakan musuh dalam selimut, ular-ular berbisa yang sangat mematikan, bermuka manis di depan, berlagak membantu tetapi di belakang ia sangat curang dan menghianati. Kita umat Islam harus hati-hati, karena orang munafik ini secara lahiriah memang sama aqidahnya dengan kita , tapi batiniahnya buruk. Ciri-ciri orang jenis ini adalah jika berbicara banyak membumbui dan berbohong, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.

  1. Orang-Orang Kafir

Mereka adalah orang-orang yang berbeda aqidah, terang-terangan menampakkan kebencian kepada umat Islam dan berusaha menghalang-halangi dakwah agama Islam. Dua golongan yang paling kentara dalam memusuhi adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka tidak rela terhadap agama Islam sampai kapanpun, sebagaimana yang telah di isyaratkan oleh Allah SWT “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka ‘ ( QS. Al Baqarah : 120 )

Kedua golongan ini akan terus mengusik umat Islam, baik melalui pemurtadan, penyusupan faham-faham yang sesat, merusak akhlak generasi Islam, serta membanjiri umat Islam dengan teknologi dan informasi, kebudayaan dan cara hidup yang tidak sesuai dengan Agama Islam. Mereka mengetahui peta kekuatan umat Islam, mengetahui jumlah masjid, Musholla, jadwal pengajian lengkap dengan Kyai/Ustadz yang memberi ceramah maupun khutbah.

Mereka berusaha melemahkan umat Islam dengan berbagai macam cara, bahkan di Indonesia sendiri prosentase umat Islam dari tahun ke tahun mengalami penurunan, yang salah satunya di karenakan gencarnya serangan orang-orang kafir ini terhadap Islam

  1. Dunia

Dunia ini sebenarnya hanya di jadikan sebagai wasilah bagi ke empat musuh orang Islamdi atas. Dunia di jadikan umpan yang jitu untuk menggelincirkan dan melumpuhkan orang Islam, karena memang sifat dari dunia ini sendiri yang menipu seperti fatamorgana. Dengan tertarik pada dunia, maka itu adalah awal kesalahan, pemicu pertengkaran, kejahatan serta menimbulkan ketakutan, was-was dan kecurigaan.

Tugas kita adalah wira’i  terhadap dunia, menempatkannya di telapak kaki untuk di jadikan perantara menuju kebahagiaan dan memperoleh keridhaan Allah SWT.

Membangun Benteng Pertahanan

Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra, pernah berkata “ Kebenaran yang tidak teratur/tidak terorganisir dengan baik dapat di kalahkan oleh kebathilan yang terorganisir dengan baik “ . Begitu pula untuk menghadapi musuh-musuh yang licik dan menyesatkan ini. Kita harus merancang dan membangun benteng yang kokoh agar setiap serangan musuh dapat kita patahkan.

Berikut ini gambaran bagian-bagian dari benteng pertahanan orang Islam yang di perlukan untuk mematahkan serangan musuh:

  1. Pondasi: terbuat dari ketahuidan yang kokoh serta ilmu pengetahuan agama dan umum yang komprehensif pada semua aspek kehidupan.
  2. Lantai : terbuat dari istighfar dan istiqomah dalam ibadah dan menjalankan kebaikan
  3. Tembok keliling : tersusun dari panduan antara sabar, syukur, qonaah, khauf dan raja’. Semakin kuat dan tinggi tembok keliling ini, maka semakin sulit di tembus dan di masuki musuh.
  4. Pilar penyangga: terdiri dari empat tiang, yang dalam ilmu tasawuf berbentuk : uzlah/menyendiri untuk bertafakur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengurangi istirahat dan tidur, khususnya di malam hari guna beribadah, membiasakan diri dalam keadaan lapar, supaya hati dan akal lebih cemerlang serta menghambat laju pergerakan syaitan di dalam tubuh kita.Membiasakan diam, tidak banyak bicara yang tidak ada faidahnya hanya menjadikan celah kelemahan kita terbuka dan menimbulkan banyak kesalahan.
  5. Mercusuar: di lengkapi berupa dzikir yang mampu menyinari segala arah dan menerangi sekitar benteng, sehingga gerak-gerik musuh dapat terbaca dengan terangnya lampu dzikir tersebut.
  6. Senjata: tawakal dan doa, memohon keselamatan dari bala dan cobaan hidup yang tidak jarang merenggut keimanan seseorang dari dadanya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *