Aqidah: Penyebab Duka dan Kesulitan

Penyebab kesulitan dan duka yang dialami oleh manusia dalam kehidupan di dunia maupun akhirat juga ada tiga (3) yaitu Bakhil, merasa dirinya cukup dan tidak mempercayai adanya pahala terbaik

  1. Bakhil

Bakhil dapat diartikan sebagai sikap hidup yang tidak mau memberikan sebagian rizki yang diberikan oleh Allah kepada yang berhak menerimanya. Dalam Al Quran telah secara jelas dinyatakan bahwa kebakhilan merupakan sesuatu yang buruk, dan kelak harta yang di bakhilkan itu akan dikalungkan dileher seseorang yang bakhil (Q.S  Ali Imran : 180).

Sementara itu tokoh sufi pada zamannya Syeikh Hasan Basri, menyatakan : Kebakhilan itu adalah jika seseorang melihat harta yang diinfaqkan sebagai suatu kemusnahan dan apa yang ditahannya sebagai kemuliaan, penyebab dari kebakhilan adalah kecintaan terhadap harta, panjang angan-angan, ketakutan akan kefakiran dan kecintaan kepada anak.

Abu Hanifah berkata, aku tidak pernah melihat keadilan dapat tegak di tangan orang-orang yang bakhil, karena kebakhilan mendorongnya menguras habis, mengeksplotasi dan mengambil melebihi haknya, karena ia takut akan kerugian.

Sebagaimana hadits Nabi yang telah dipaparkan, bahwa sikap bakhil menjadi penyebab jauhnya seseorang kepada Allah, kepada surga dan menjadi dekatnya seseorang kepada neraka dan syetan.

  1. Merasa Cukup

Yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup adalah tidak lagi memerlukan pertolongan Allah SWTdan tidak mau bertaqwa sebagai wujud rasa syukurnya atas semua karunia yang dimiliki. Sikap ini melahirkan sikap jumuha atau takabur, paling punya dan merasa palinh berkuasa, hal ini tidak patut dilakukan, karena semua yang ada didunia dan diperoleh manusia berasal dari Allah SWT.

Allah akan sangat murka dan menjanjikan siksa yang pedih terhadap hamba-hamba yang tidak mau bersyukur, dan akan memberikan limpahan rahmat dan tambahan nikmat kepada hamba yang mau bersyukur.

I’tibar yang diberikan oleh Allah dalam Al Quran tentang golongan yang tidak /mau bersyukur adalah negeri Kaum Saba’. Pada masa kekuasaan Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis negeri itu merupakan negeri yang subur, makmur, kaya raya dalam naungan rahmat dan pengampunan Allah SWT, ynag diistilahkan dalm Al Quran sebagai negeri yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sepeninggalan Nabi sulaiman dan ratu Bilqis, penduduk Negeri Saba’ menjadi berpaling dari jalan yang benar, mengkufuri nikmat yang diberikan oleh Allah, maka seketika Allah menurunkan adzabnya. Ketika mereka masih pandai bersyukur, negeri mereka ditumbuhi tanaman kurma dan anggur segar dengan hasil yang baik dan berlimpah, tetapi setelah mereka kufur, Allah mengubah kebun yang mereka miliki menjadi kebun yang ditumbuhi pohon Atsl dan Sidir, sejenis pohon yang menghasilkan buah yang pahit. Allah juga mendatangkan banjir dan mengubah tanah-tanah yang subur menjadi tandus.

Kaum Saba’ yang makmur dan bergelimang kenikmatan akhirnya mendapatkan kesulitan-kesulitan dalam kehidupan mereka, karena perilaku mereka yang jumawa dengan tidak mau bersyukur akan nikmat Allah SWT.

  1. Tidak Mempercayai Adanya Pahala Terbaik

Golongan yang ke tiga ini merasa bahwa kehidupan di dunia ini tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan akhirat, sehingga apapun yang dilakukan di dunia ini tidak berimbas sama sekali dengan kehidupan akhirat. Pemahaman seperti ini kemudian melahirkan paham sekuler, suatu paham yang memisahkan antara agama dengan kehidupan dunia.

Perilaku penganut paham ini selalu mengedepankan kemewahan, menggagungkan kesenangan duniawi dan suka berfoya-foya, suatu sikap dan perilaku yang sama sekali tidak dibenarkan dalam agama.

Nabi Muhammad SAW menyatakan golongan terbaik dari umatnya adalah mereka yang mengorientasikan kehidupan dunianya untuk kepetingan kehidupan akhirat yang lebih kekal dan abadi. Dalam pandangan lahir bisa saja golongan ini mempunyai kelebihan secara materi, kemudahan usaha dan sebagainya, akan tetapi secara rohani jiwa mereka gersang karena jauh dari kalam dan asma Ilahi, dan tentunya mereka akan menuai hasil perbuatannya di akhirat nanti.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *