Biografi Singkat: Sikap Serta Peristirahatan Sunan Gresik

Maulana Malik Ibrahim disebut juga Sunan Gresik atau Sunan Tandhes. Ia lahir di Samarkand, Asia Tengah dan wafat di Desa Gapura, Gresik, Jawa Timur.Kisah keteladanannya adalah semangatnya mendakwahkan Islam. Sunan Gresik banyak membela rakyat (Jawa) yang tertindas oleh Majapahit.

Ia juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam.Ada yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari Turki dan pernah mengembara di Gujarat sehingga beliau cukup berpengalaman menghadapi orang-orang Hindu di pulau Jawa. Gujarat adalah wilayah negara Hindia yang kebanyakan penduduknya beragama Hindu.

Di Jawa, kakek bantal bukan hanya berhadapan dengan masyarakat Hindu melainkan juga harus bersabar terhadap mereka yang tak beragama maupun mereka yang terlanjur mengikuti aliran sesat, juga meluruskan iman dari orang-orang Islam yang bercampur dengan kegiatan Musyrik.

makam sunan gresik

Beliau tidak langsung menentang kepercayaan mereka yang salah itu melainkan mendekati mereka dengan penuh hikmah, beliau tunjukkan keindahan dan ketinggian akhlak Islami sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dari huruf-huruf arab yang terdapat pada batu nisannya dapat diketahui bahwa Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah si Kakek Bantal, penolong fakir miskin, yang dihormati para pangeran dan para sultan ahli tata negara yang ulung, hal itu menunjukkan betapa hebat perjuangan beliau terhadap masyarakat, bukan hanya pada kalangan atas melainkan juga pada golongan rakyat bawah yaitu kaum fakir miskin.

Sikap dan Sifat Sunan Maulana Malik Ibrahim ( Sunan Gresik )

Sunan Maulana Malik Ibrahim mempunyai sifat lemah lembut , welas asih, dan ramah tamah kepada semua orang, membuatnya terkenal sebagai tokoh masyarakat yang disegani dan dihormati.

Kepribadian yang baik itulah yang menarik hati penduduk setempat sehingga mereka berbondong bondong masuk Agama Islam dengan suka rela dan menjadi pengikut beliau yang setia. Kemudian mendirikan pesantren yang merupakan perguruan Islam, tempat medidik dan menggembleng para santri sebagai calon mubaligh.

Maulana Malik Ibrahim wafat pada tahun 882 H atau 1419 M dan dimakamkan di kampung Gapura Gresik Jawa Timur , sekitar 20 Km di sebelah Barat Kota Surabaya. Kisah keteladanannya adalah semangatnya mendakwahkan Islam dan mengajarkan keterampilan hidup (bercocok tanam).

Selain berdagang, beliau mengenalkan akhlak dan budi pakerti Islami. Beliau adalah pedagang yang murah hati dan dermawan. Tidak hanya bantuan berupa materi, tetapi juga nasihat dan gagasan.

Beliau banyak membela rakyat ( Jawa) yang tertindas oleh Majapahit, ia juga mengajarkan cara – cara baru bercocok tanam .Sunan Gresik menyampaikan dakwah Islam tidak secara langsung tetapi pengenalan mealui aturan dan akhlak kehidupan , baik dari perdagangan maupun pergaulan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *