Kuliah tujuh menit: Hakikat ikhlas dalam beribadah

Untuk mengawali jumpa kita lewat mimbar kuliah tujuh menit, marilah terlebih dahulu menyanjungkan puja dan syukur kehadirat Allah SWT, karenan dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, karena sampai saat ini kita masih dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat, karaena sebagai manusia beriman kita di wajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Shlawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan perkara yang haq dan yang bathil, sehingga menjadi muslim yang baik.

Ikhlas dalam beribadah

Semua orang tentunya mendambakan bahagia dunia akhirat dan untuk menempuh jalan bahagia tidaklah hanya ditempuh dengan santai, bersenang –  senang , penuh dengan hura – hura dan berbagai hal yang melanggar syariat Islam, akan tetapi haruslah ditempuh dengan jalan ibadah yang dilakukan sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah.

Allah menciptakan manusia hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya secara benar dan ikhlas, namung sayang seribu sayang ada sebagian hamba Allah yang dalam hidupnya menyimpang dari syariat Islam.

Mereka enggan beribadah kepada Allah, bahkan kadang sebagian hamba Allah yang beribadah kepada Allah, akan tetapislah alamat dan tujuan, mereka mencari tujuan yang keliru, disamping mencari ridho Allah, mereka juga mencari keridhaan manusia, pingin disanjung, dipuji, dan menjadi orang yang popularitas.

Ketahuilah, bahwasanya  ibadah yang hanya diterima oleh Allah hanyalah semata mengharap ridha-Nya dan harus didasari dengan rasa ikhlas, ikhlas berarti melakukan berbagai macam kebaikan hanya mencari ridha Allah dan sesuai dengan syariat Islam, ibadah yang dilakukan tidak didasari dengan ikhlas maka akan sia – sia.

Melaksanakan ibadah yang didasari dengan hati yang ikhlas, maka hakekatnya adalah mengerjakan segala kebaikan yang tidak ingin dilihat, diketahui, apalagi dipamerkan kepada orang lain, marilah kita menjauhkan perbuatan riya’ karena perbuatan tersebut bisa menghancurkan amalan kita pada akhirnya akan sia – sia.

Adapun yang dikerjakan dan semuanya itu baik – baik tetapi ada rasa riya’, maka hasilnya nol besar atau sia – sia, untuk itu marilah kita merenung serta koreksi diri masing – masing apakah selama ini dalam hati kita ada penyakit riya’? bila ada maka secepatnya untuk dihapus, agar segala kebaikan yang kita lakukan mendapat pahala dari Allah SWT.

Demikian sekilas yang yang bisa kami sampaikan, melalui mimbar tujuh menit ini, dengan harapan agar segala kebaikan kita senantiasa diterima Allah SWT, dan mudah – mudahan pula kita dilindungi dari perbuatan riya’ yang berakibat merusak amal kebaikan.

Kurang lebihnya kami mohon maaf,

Billahi taufik walhdayat, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *