Nabi Ibrahim: Pelopor Tauhid Manusia

Nabi Ibrahim dilahirkan di masa pemerintahan Namrud putra Kan’an. Walaupun Namrud menyembah berhala, ia juga mengaku sebagai Tuhan. Dengan memanfatkan kejahilan rakyat yang mudah percaya, ia memaksakan kepercayaannya kepada mereka. Mungkin nampak agak ganjil bahwa seorang penyembah berhala mengaku pula sebagai Dewa.

Dukungan terbesar yang diperoleh Namrud datang dari para astrolog dan penenung yang dipandang sebagai orang-orang pintar di zaman itu. Ketundukan mereka membuka jalan bagi Namrud untuk memanfaatkan kaum tertindas dan kalangan bodoh. Selain itu, sebagai famili Ibrahim, misalnya Azar yang membuat berhala dan juga memahami astrologi, termasuk pengikut Namrud.

Kelahiran Nabi Ibrahim

Ini saja sudah merupakan halangan besar bagi Ibrahim, karena di samping harus berjuang melawan kepercayaan umum itu, ia juga harus menghadapi perlawanan kerabatnya sendiri. Namrud telah menerjunkan diri ke dalam laut kepercayaan takhayul. Ia telah membentangkan permadani untuk pesta dan minum-minum ketika para astrolog membunyikan lonceng bahaya pertama seraya mengatakan “ Pemerintah Anda akan runtuh melalui seorang putra negeri ini”.

Ketakutan laten Namrud bagkit, ia bertanya “ apakah ia telah lahir atau belum ?, para astrolog itu menjawab ia belum lahir, ia kemudia memerintahkan supaya diadakan pemisahan antara perempuan dan laki-laki di malam yang menurut ramalan para astrolog, kehamilan musuh mautnya itu akan terjadi.

Pada malam itu juga terjadi kehamilan Ibrahim, ibunya hamil dan seperti ibu Nabi Musa putra Imran, ia merahasiakan kehamilan itu. Setelah melahirkan ia menyelamatkan diri ke suatu gua yang terletak di dekat kota itu, untuk melindungi nywa anaknya . Ia meninggalkan anaknya disuatu sudut gua dan mengunjunginya di waktu siang atau malam.

Riwayat Dari Pelajaran Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim sangat menyadari bahwa Allah menguasai alam semesta, tetapi pertanyaanya adalah: Apakah sumber kekuatan itu terdiri dari benda-benda langit ini, atau suatu Wujud Yang MahaKuasa, yang lebih tinggi daripadanya? Setelah mengkaji kondisi-kondisi benda yang berubah-ubah ini, Ibrahim mendapatkan bahwa wujud-wujud yang cerah dan bersinar itu sendiri tunduk pada ketetapan terbit tenggelam, dan lenyap menurut sistem tertentu dan berotasi pada suatu jalan yang tak berubah-ubah.

Ini membuktikan bahwa mereka tunduk pada kehendak dari sesuatu yang lain, suatu kekuatan yang lebih besar dan lebih kuat mengontrol mereka dan membuat mereka berotasi pada orbit yang telah ditentukan. Riwayat ini merupakan bukti yang jelas tentang keberanian ,dan keperkasaan yang luar biasa dari kekasih Allah ( Ibrahim) ini.

Tekadnya untuk menghancurkan manifestasi dan sarana kemusyrikan tak dapat disembunyikan dari rakyak Namrud. Dengan celaan dan kecamannya, beliau telah menyatakan perlawanan dan kebenciannya yang luar biasa terhadap penyembahan berhala secara sangat nyata. Beliau mengatakan secara terbuka dan jelas “ Apabila kamu tidak berhenti dari praktek yang memalukan itu, aku akan membuat keputusan tentang mereka “.

Dan pada hari kepergian orang-orang ke hutan, beliau berkata secara terang-terangan “ Demi Tuhan, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya ( QS Al Anbiya 21:57 ).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *