RENUNGAN : KITA HARUS SELALU BERSAHABAT DENGAN MUSIBAH

Di dunia ini tidak pernah kita temukan hal – hal abadi, seperti bahagia selamanya, sakit selamanya, bahkan hidup selamanya.

Sehingga inilah yang menjadi dasar bahwa kehidupan manusia tidak selamanya bisa tenang, Ikrimah meriwayatkan secara mursal bahwa lampu Nabi SAW suatu malam padam, lalu beliau SAW bersabda” Innalillahi wa inna ilahi rojiun”.

Ada yang bertanya, apakah ini musibah wahai Rasulullah, beliau menjawab’ betul, segala yang menyusahkan kita adalah musibah, hanya saja, seringkali kita dihinggapi persepsi, seakan – akan kita sendiri yang merasakan derita.

Ternyata jika kita sadari apabila kita melihat lingkungan sekitar, akan kita dapati orang yang juga tertimpa musibah, ada yang kehilangan orang yang di cintai, tempat tinggal, kecelakaan di darat, laut, udara.

Banyak yang beranggapan bahwa musibah adalah negatif dan akan berakibat buruk pada kehidupan mereka, padahal musibah tidak lain adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri.

MUSIBAH SEBAGAI PENGAMPUN DOSA

Diriwayatkan dari Hadits Abu Said dan Abu Hurairah , bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah bersabda “ Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabah, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah akan menjadikannyapengampun dosa – dosanya” ( HR. Bukhari Muslim )

Ternyata di saat musibah menerpa, justru Allah menunjukkan sifat penyayang kepada hambaNya, Dia tidak membiarkan hambanya larut dalam kesedihan, bahwa memberikan motivasi yang luar biasa, yakni mengampuni dosa yang telah dilakukan oleh hambanya.

Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi : ‘ Setiap muslim yang tertimpa musibah lalu bersabar dan mengucapkan Innalillahi wa inna ilahi rojiun tatkala datang musibah tersebut, kemudian ia mengucapkan : Ya Allah berikanlah kepadaku pahala karena musibah ini dan berikanlah kepadaku ganti yang lebih baik, pasti Allah mengabulkan permohonnya itu”

Hendaknya kita menyadari bahwa bukan karena musibah dan cobaan di dunia ini, seorang hamba akan terserang berbagai penyakit hati seperti, takabur, terlalu membanggakan diri, sikap Fir’aunisme dan keras hati yang secara cepat atau lambat menjadi sebab kebinasaannya.

Allah benar – benar maha tahu bahwa manusia punya kecenderungan memiliki penyakit hati, dan sebagian diantaranya memang harus ditegur dengan cara ditimpakan musibah, karena sudah sangat – sangat keterlaluan.

Bayangkan disampaikan lewat ayat Al Quran melalui cerita – cerita hikmah masih belum sadar, diperkuat dengan hadits nabi juga tidak sedikit yang masih ingkar.

Kegembiraan dunia ini hanyalah ibarat mimpi atau bayangan semata, bisa membuat sedikit tertawa, tetapi akan membuat banyak menangis,sehari gembira seumur hidup akan merana, membahagiakan sejenak, menyulitkan dalam waktu lama.

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *