Renungan : Membentuk anak Shalih dan Shalihah

Anak laki atau perempuan merupakan rezeki sekaligus amanah dari Allah, mereka akan menjadi perhiasan hidup, hiburan dan permata hati bagi orang tuanya. Namun disisi lain keberadaan anak juga bisa menjadi sumber fitnah juga ujuan bagi orang tuanya.

Firman Allah “ Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak – anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan di sisi Allah-lah pahala yang besar ( QS.8:28). Sebagai ujian ada yang berhasil dan ada yang gagal dalam menghadapinya.

Orang Tua yang Shalih

Hanya ayah – ibu yag shalih dan shalihah yang akan mampu memenuhi hak – hak anak selanjutnya. Orang tua yang tidak baik bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal bagi anaknya,pengguguran, pembunuhan, maupun pelantaran anak.

Begitu sering terjadi, akibatnya jauhnya orang tua dari tuntutan nilai – nilai agama, karenanya nasehat Rasulullah tentang pernikahan hendaknya dicamkan baik – baik “ Wanita itu dinikahi karena empat hal : cantiknya , hartanya, keturunannya, atau dien (agama)-nya pilihlah diinnya sebab kalau tidak demikian niscaya kamu akan celaka ( HR. Bukhari 123, Muslim 4: 175 ).

Islam telah mengajarkan agar orang tua, sebelum bersenggama hendaknya mengawali dengan doa dan dalam keadaan suci. Kata Nabi : “ Sungguh jika salah seorang dari kamu ketika ia menggauli istrinya berdo’a, ‘ Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari anak yang ( akan) Engkau anugerahkan kepada kami, kemudian saat itu ditakdirkan seorang anak maka anak itu tidak akan diganggu syetan selama – lamaya ( HR. Bukhari )

Dengan doa tersebut berarti ayah – ibu telah memulai memperhatikan serta memelihara anak, khususnya godaan syetan yang terkutuk yang menyesatkan,. Sebagai tindak lanjut dari permohonan tadi hendaklah ayah – ibu benar – benar memelihara janin dan dirinya sendiri di masa kehamilan.

Makan makanan yang halalan thayyiban , istirahat yang cukup, memperbanyakibadah dzikir, tilawah qiyamul lail, shadaqah dll, menghindari hal – hal yang kurang atau tidak Islami, contohnya merokok, minuman keras, obat kelebihan, sifat iri, dengki serta marah.

Menyambut Kelahiran dengan Suasana Islam

Mendapatkan sambutan yang baik merupakan hak anak setelah dipelihara di dalam kendungan, sambutan yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka. “ Barangsiapa diberi anak yang baru lahir, kemudaian ia mengucapkan adzan di telinga kanannya, dan iqamah di telinga kirinya, maka anak yang baru lahir itu tidak akan terkena bahaya ( HR. Baihaqi, Ibnu Sunni ).

Memberikan ASI ( Air Susu ibu )

Saat ini tidak jarang dijumpai ibu yang enggan memberikan ASI kepada anaknya baik sama sekali atau sesekali saja, padahal memberikan ASI sangat dianjurkan baik oleh dokter maupun Agama Islam. Memberikan ASI akan dapat menumbuhkan rasa sayang antara anak dan orang tua.

Khususnya Ibu, di samping itu kandungan makanan yang ada dalam ASI telah Halalan Thayyiban dibandingkan dengan susu kemasan kaleng dan jenisnya. Karenanya mendapatkan ASI yang cukup dan sempurna adalah hak anak yang harus dipenuhi orang tua.

Sesuai perintah Allah dalam ayat berikut “…. para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh ( QS. Al Baqarah : 233). Selain hak yang diatas, seorang anak juga harus mendapatkan hak dari orang tua yaitu “  Nama yang baik, Aqiqah dan mencukur rambut, khitan serta mendidik dengan benar “.   

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *