Riba dan shadaqah: Perang kepada pemakan riba

Riba dan shadaqah,idak ada kekejian dari berbagai perkara yang paling keras pada masa jahiliyah dan Islam ingin menghapusnya, dan tidak ada ancaman dan intimidasi yang paling sulit dalam menghadapi kerusakan seperti ancaman riba, Tuhan mengumumkan perang kepada riba dan mengancam mereka dengan jenis siksaan menyakitkan yang paling parah,dan menganjurkan bershadaqah.

Dalam QS. Al Baqarah: 278-279 yang artinya  ” Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan riba jika Anda adalah orang beriman, jika Anda tidak melakukannya, maka ketahuilah bahwa Allah dan utusan-Nya akan memerangi Anda, jika Anda bertobat, maka bagi Anda hakekat Anda, Anda tidak membahayakannya dan tidak dianiaya “

Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa penyembah akan dibangkitkan pada Hari Pengadilan dalam keadaan gila dan siksaan, dan berkata kepadanya “ambil pedangmu untuk perang”, Islam mengundang perampas dengan orang-orang yang memiliki setan karena sakit, karena Tuhan menumbuhkan riba yang mereka makan di perut mereka membebani mereka.

Mereka menjadi seperti orang gila dan gila, jatuh bangun, itulah karakter yang dapat mereka kenali pada Hari Penghakiman, Sa’id bin Jubir mengatakan “itulah karakter perampas kekuasaan pada Hari Pengadilan”.

Bandingkan riba dengan shadaqah

Sesungguhnya riba dalam pandangan Islam merupakan kejahatan dari segala kejahatan, sumber berbagai kemaksiatan, dan pokok berbagai kejahatan dan perbuatan dosa, riba dalah wajah yang muram dan buruk dari berbagai wajah usaha yang kotor, yang kontradiktif dengan shadaqah, kebaikan dan ihsan.

Shadaqah adalah hadiah dan filantropi, pemurnian dan pembersihan, beban dan saling membantu, sementara riba adalah keserakahan dan kotoran, keserakahan dan rasa malu, keegoisan dan kesombongan.

Shadaqah adalah mengeluarkan harta tanpa mendapatkan ganti dan balasan, karena mencari ridha Allah, sedangkan riba adalah pengembalian hutang, disertai dengan tambahan barang haram, yang dipotong dari usaha yang berhutang atau dari darah dagingnya.

Riba diambil dari usahanya jika telah bekerja dengan harta yang dipinjamnya, orang yang memakan riba mengambil keuntungan dari tangan orang yang bekerja keras dang keningnya berkeringat lalu membunuhnya jika tidak berutung, atau bekerja namun merugi, atau mengambil harta untuk diinfakkan bagi dirinya sendiri serta keluarganya atau mengurus beberapa

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *